Perjanjian Kerjasama Pemborongan Pekerjaan

December 4th, 2013 No comments

Yang bertanda tangan di bawah, masing-masing*):
1. Nama : [..............................................]
Alamat : [..............................................]
Jabatan : [..............................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [.....................................................] yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [..............................................]
Alamat : [..............................................]
Jabatan : [..............................................]

Adalah hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [...........................................] yang berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal [...............................] selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Dengan memilih dan mengambil tempat di kantor PT [..........................], PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dalam satu perjanjian pemborongan pekerjaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

1. PIHAK KEDUA menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA sebagian pekerjaannya; pekerjaan di mana PIHAK PERTAMA harus tunduk pada mekanisme dan prosedural kerja yang ditentukan dan berlaku di perusahaan PIHAK KEDUA.
2. PIHAK PERTAMA akan merekrut pekerja sesuai dengan syarat/kualifikasi dan beban/volume pekerjaan yang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA. Pekerja yang sudah direkrut tersebut kemudian ditempatkan di lokasi perusahaan PIHAK KEDUA.
3. Ruang lingkup pekerjaan yang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA adalah [.............] di lingkungan perusahaan PIHAK KEDUA.
4. PIHAK PERTAMA tidak diperbolehkan untuk mencampuri pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak disebutkan dalam perjanjian ini.

PASAL 2

1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa pekerja-pekerja yang akan direkrut dan ditempatkan oleh PIHAK PERTAMA di perusahaan PIHAK KEDUA harus memenuhi kualifikasi sebagai berikut.
WNI,
Pria/wanita,
Pendidikan minimal [.......................] atau sederajat,
Berbadan sehat,
Berusia minimal [..........] sampai dengan [..........] tahun,
Belum menikah, dan
Lulus tes.
2. Jumlah pekerja yang akan direkrut dan ditempatkan oleh PIHAK PERTAMA di lokasi perusahaan PIHAK KEDUA disesuaikan dengan beban/volume kerja di perusahaan PIHAK KEDUA.

PASAL 3

1. Setiap pekerja yang akan ditempatkan oleh PIHAK PERTAMA di perusahaan PIHAK KEDUA terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh PIHAK PERTAMA sebelum pekerja-pekerja tersebut mulai bekerja.
2. Pengarahan yang dimaksud pada ayat 1 antara lain menyangkut mekanisme kerja, penjabaran fungsi, ruang lingkup tugas dan tanggung jawab serta hak masing-masing pekerja yang ditempatkan.

PASAL 4

1. Pekerja yang tidak memenuhi kualifikasi atau pekerja dimaksud melakukan kelalaian, pelanggaran/kejahatan yang dapat menimbulkan kerugian pada PIHAK KEDUA maka PIHAK KEDUA dapat mengembalikan pekerja bersangkutan dan memintakan kepada PIHAK PERTAMA untuk menggantinya dengan pekerja lain yang memenuhi syarat.
2. Syarat-syarat pengembalian pekerja oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA adalah sebagai berikut.
a. Pekerja melakukan pelanggaran berat yang dapat dikenakan sanksi pemutusan hubungan kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Pekerja melakukan tindakan kategori indisipliner dan sudah dilakukan pembinaan baik oleh PIHAK PERTAMA maupun oleh PIHAK KEDUA, tetapi pekerja bersangkutan tidak memperbaiki tindakan yang dimaksud.

PASAL 5

1. Pada saat perjanjian kerja antara PIHAK PERTAMA dan pekerja sudah berakhir dan PIHAK PERTAMA bermaksud tidak melanjutkan hubungan kerja tersebut maka PIHAK PERTAMA dapat menarik pekerja tersebut dari perusahaan PIHAK KEDUA.
2. Sehubungan dengan penarikan pekerja sebagaimana dimaksud pada ayat 1 maka PIHAK PERTAMA wajib memberitahukan penarikan tersebut secara tertulis paling lama [...] (….) hari kerja sebelum penarikan tersebut dilakukan dan selanjutnya PIHAK PERTAMA wajib menyediakan pengganti pekerja yang dimaksud dengan kualifikasi yang diperlukan oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 6

1. Seluruh pekerja yang dimaksudkan dalam perjanjian ini mempunyai hubungan hukum kerja dengan PIHAK PERTAMA.
2. Sehubungan dengan ketentuan ayat 1 maka seluruh konsekuensi hukum menyangkut hak-hak normatif terhadap pekerja tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

PASAL 7

1. Seluruh tata tertib kerja yang dikeluarkan oleh perusahaan PIHAK KEDUA sepanjang tidak bertentangan dengan perjanjian ini beserta peraturan-peraturan perundangan berlaku mengikat PIHAK PERTAMA dan pekerja.
2. Setiap pekerja yang ditempatkan oleh PIHAK PERTAMA wajib mentaati semua peraturan-peraturan yang dimaksud
3. Setiap pelanggaran yang terjadi maka PIHAK PERTAMA wajib untuk menjatuhkan sanksi hukuman sesuai dengan kesalahan atau pelanggaran dengan mengacu pada peraturan yang berlaku.

PASAL 8

PIHAK KEDUA menyatakan bersedia membayar kepada PIHAK PERTAMA sebagai manajemen fee sebesar Rp [.....................] setiap hari untuk masing-masing pekerja yang ditetapkan pada perusahaan PIHAK KEDUA.

PASAL 9

1. Hak-hak normatif pekerja sebagaimana ditetapkan dalam peraturan ketenagakerjaan wajib dibayarkan oleh PIHAK KEDUA kepada pekerja melalui PIHAK PERTAMA.
2.  PIHAK KEDUA wajib membayar upah pekerja dan manajemen fee sebagaimana dimaksud pada PASAL 9 dan PASAL 10 kepada PIHAK PERTAMA paling lambat [...........] hari sebelum jadwal pembayaran upah pekerja.
3.  Pembayaran upah pekerja akan dilaksanakan [...] bulan sekali yakni pada setiap tanggal [....] setiap bulannya dan dibayarkan langsung oleh PIHAK PERTAMA di lokasi perusahaan PIHAK KEDUA.
4. Apabila jadwal pembayaran upah pekerja jatuh pada hari libur, maka pembayaran dilakukan [...] (….) hari sebelum hari libur yang dimaksud.
5. Demi keamanan dalam rangka pembagian upah pekerja, PIHAK KEDUA bersedia menyediakan ruangan bagi PIHAK PERTAMA untuk dipakai selam pembagian upah pekerja tersebut.
6. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa setiap kelebihan jam kerja yang sudah diatur dalam perundang-undangan akan diperhitungkan sebagai jam kerja lembur dan dibayarkan pada saat jadwal pembayaran upah bulan bersangkutan.

PASAL 10

1. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja pada jam kerja terhadap pekerja, maka PIHAK KEDUA wajib melakukan tindakan pertolongan pertama atau yang diperlukan, serta memberitahukannya kepada PIHAK PERTAMA pada hari yang sama saat kecelakaan itu terjadi.
2. PIHAK PERTAMA, menyatakan bahwa seluruh biaya yang dikeluarkan oleh PIHAK KEDUA dalam rangka tindakan pertolongan dimaksud, akan diganti oleh PIHAK PERTAMA.

PASAL 11

1. PIHAK PERTAMA menyatakan bahwa seluruh pekerja yang ditempatkannya di perusahaan PIHAK KEDUA d2kut sertakan dalam program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana ditetapkan oleh UU yang berlaku.
2. Bahwa seluruh iuran program jaminan sosial tenaga kerja yang merupakan kewajiban pemberi kerja akan dibayar oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA.
3. Pembayaran iuran program jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dilakukan bersamaan dengan pembayaran upah pekerja.
4. Seluruh pembayaran iuran jaminan sosial tenaga kerja bagi pekerja yang ditempatkan di perusahaan PIHAK KEDUA, wajib dilaporkan kepada PIHAK KEDUA.

PASAL 12

1. Force majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.
2. Terhadap pembatalan akibat force majeure, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.

PASAL 13

1. Perjanjian kerja sama ini berlaku selama [...........] tahun terhitung sejak ditandatanganinya dan berakhir pada tanggal [............] dan dapat diperpanjang atas persetujuan dan kesepakatan tertulis PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang akan ditetapkan kemudian.
2. Kesepakatan tertulis untuk memperpanjang perjanjian ini sebagaimana ditetapkan dalam ayat 1 paling lambat 1 bulan sebelum berakhirnya perjanjian ini.

PASAL 14

1. Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila secara musyawarah untuk mufakat tidak memuaskan kedua belah pihak, maka akan diselesaikan lewat jalur hukum. Untuk maksud tersebut kedua belah pihak memilih tempat kediaman hukum yang tidak berubah pada kantor panitera Pengadilan Negeri [..............].

PASAL 15

Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang dibuat dalam rangka 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama; dibuat tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Dibuat di : [..............................]

Pada : [..............................]

PIHAK KEDUA                                                               PIHAK PERTAMA
[..................................]                                      [..................................]

Categories: Uncategorized Tags:

CONTOH SURAT LAMARAN

October 22nd, 2013 No comments

SURAT LAMARAN

…………., …………………

Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth:
PT. ……………….
…………………….
……………………

Dengan hormat,

Setelah saya membaca surat kabar, saya mendapatkan informasi bahwa PT. [………..……..], berencana mengembangkan Departemen Pemasaran PT. [……………...]

Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. […………..……...]

Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :

Nama : ……………………………………………………………….
Tempat/Tanggal Lahir : ……………………………………………………………….
Pendidikan Akhir : ……………………………………………………………….
Alamat : ……………………………………………………………….
Telepon Telepon : ……………………………………………………………….
Email : ……………………………………………………………….
Status Perkawinan : ……………………………………………………………….

Saat ini saya bekerja di PT. [……………], sebagai staf [……………], dengan fokus utama pekerjaan di bidang […………….].

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan:
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy Ijazah S-1.
3. Foto copy Sertifikat kursus/Pelatihan.
4. Pas foto terbaru.

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (Riwayat Hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.

Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.

Hormat saya,

…………..

Categories: Uncategorized Tags:

Menemukan Contoh Surat Lamaran Agar Dapat Menulis Surat Lamaran Yang Baik Dan Menarik

August 26th, 2013 No comments

Pekerjaan menjadi salah satu hal yang paling dicari oleh kebanyakan orang; bekerja menjadi salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan. Banyak orang memilih bekerja pada orang lain baik itu melalui perusahaan, lembaga ataupun bekerja langsung pada seseorang yang memiliki usaha. Kenyataan di lapangan mengenai persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan oleh siapapun dalam usaha mendapatkan pekerjaan karena setiap orang yang sedang ingin melamar pekerjaan harus bersaing sejak mengirimkan surat lamaran; menemukan contoh surat lamaran yang ditulis dengan baik dan benar akan sedikit membantu karena ada kemungkinan pihak yang sedang memiliki lowongan pekerjaan akan tertarik setelah membaca surat lamaran yang baik dan menarik.

Pentingnya Menulis Surat Lamaran Yang Baik
Pada dasarnya; surat lamaran yang baik merupakan media untuk memberikan kesan pertama yang menarik bagi pihak yang tengah mencari tenaga kerja atau memiliki lowongan pekerjaan. Mempelajari tips dan trik menulis surat lamaran yang baik akan sangat membantu seseorang agar lancar dan fasih dalam menulis surat lamaran yang baik. Memperhatikan dan mempelajari beberapa contoh surat lamaran yang baik dan menarik akan memberikan cukup referensi mengenai tata cara menulis surat lamaran yang baik dan benar. Meremehkan penulisan surat lamaran dapat berakibat fatal karena pihak penyeleksi bisa saja menjadi tidak tertarik karena surat lamaran yang ditulis dengan asal – asalan dan tidak sesuai dengan kaidah surat menyurat yang baik.

Memberikan kesan pertama yang baik serta menunjukkan bahwa pengirim surat lamaran merupakan seseorang yang memiliki kualitas kepribadian dan sejarah pendidikan yang baik serta pengalaman atau kemampuan bekerja yang mumpuni akan membuka peluang yang lebih besar bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan mengambil contoh surat lamaran yang baik dan menarik maka ada kemungkinan yang lebih besar bagi seorang pelamar pekerjaan untuk mendapat panggilan tes ataupun wawancara sebagai tahap berikutnya dalam proses seleksi mendapatkan pekerjaan. Meskipun begitu masih ada cara – cara lain seseorang agar tetap mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja pada orang lain dan repot – repot membuat surat lamaran pekerjaan.
Menjadi Wirausahawan Sebagai Pilihan Tetap Berpenghasilan Tanpa Bekerja Pada Pihak Lain

Bagi mereka yang tidak ingin bekerja pada orang lain dan repot – repot mencari contoh surat lamaran serta membuat lamaran; menjadi wirausahawan dapat menjadi pilihan paling mudah untuk tetap berpenghasilan meskipun mungkin tidak berpenghasilan tetap. Belajar berbisnis dengan mengikuti pelatihan atau workshop dapat menjadi cara termudah dan paling singkat untuk segera dapat terjun ke dunia bisnis. Ada beberapa macam pelatihan seperti pelatihan untuk berbisnis dengan menggunakan internet ataupun menjalani bisnis properti dengan bimbingan dari mentor yang berpengalaman seperti Pak Sulhadi; dengan pengetahuan dan ketrampilan yang praktis maka seseorang dapat segera bekerja sendiri dan mulai mendapatkan penghasilan dengan mudah dan cepat.

Categories: Uncategorized Tags:

CONTOH SURAT LAMARAN BAGI PELAMAR UMUM

May 24th, 2013 No comments

Lampiran           : 1 (Satu) Berkas.                                     ………, ……………………..

 

Kepada Yth.

…………………………

…………………………

…………………………

 

Perihal              : Lamaran pekerjaan di [………………….]

 

Dengan hormat,

 

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

 

Nama                                 :  ……………………………………………

Tempat/tanggal lahir         :  ……………………………………………

Pendidikan dan jurusan    :  ……………………………………………

Alamat  rumah                  :  ……………………………………………

No. Telepon Rumah          :  ……………………………………………

No. HP                              :  ……………………………………………………..

 

Dengan ini mengajukan permohonan kepada Bapak, dengan harapan agar saya dapat diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen [……….…….] Sebagai bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan:

 

  1. Daftar Riwayat Hidup sesuai Blanko BKN (asli dua)
  2. Fotocopy ijazah terakhir yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang rangkap 2.
  3. Fotocopy Toefl yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa LIA dengan Nilai > 475 (dilegalisir).
  4. Fotocopy Akte Kelahiran
  5. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
  6. Surat Pernyataan sesuai Blanko BKN ditulis dengan huruf balok/kapital dengan tinta hitam (asli dua).
  7. Surat keterangan kesehatan dokter (asli + copy)
  8. Surat Keterangan Bebas Narkoba (asli + copy).
  9. Kartu Tanda pencari kerja/Kartu Kuning Depnaker (asli + copy).
  10. Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari Polisi (asli + copy).
  11. Pasfoto ukuran 3 x 4 cm (berwarna atau hitam putih) 8 (delapan) lembar, dengan nama pelamar ditulis di bagian belakang Pasfoto.

 

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

 

Hormat saya,

 

Meterai Rp. 6000

(…………………)

Categories: Uncategorized Tags: